X

Rabu, 09 Juli 2014

Jurnalis Feature



Segarnya Es Klamud Brebes Berhias

Saat cuaca panas seperti ini, enaknya mencari minuman yang segar-segar. Ada sebuah kedai minuman yang pas untuk pengobat dahaga. Tepat di jalan Solo-Sukoharjo tepatnya di Jl. Pagan, Makam Haji. Di warung sederhana itu tertulis spanduk Es Kelapa Muda Brebes Berhias. Asal tahu saja, kota Brebes itu dikenal dengan telor asin dan bawang merah sebagai ciri khasnya. Apakah spesialnya es klamud (kelapa muda) buatan orang Brebes, apa ciri khasnya, bagaimana cara pembuatannya. Ada beberapa menu yang tersedia di warung itu, pertama es kelapa muda asli, kedua es kelapa muda susu special (susu putih dan coklat). Harganya cukup terjangkau klamud asli Rp 2500 dan klamud special Rp 3000 saja.
Warung yang kecil, kadang tidak mampu menampung pembeli yang bejubel. Bagyo (37) dan Sugeng (38) pemilik warungmenuturkan sudah berjualan di tempat tersebut sejak tahun 2001 danalhamdulillah bertahan sampai sekarang. Rahasia mampu bertahan sampai sekarang adalah tetap menjaga kualitas rasa. Spesialnya es klamud brebes yaitu cara pembuatannya, biasanya es klamud yang lain menggunakan campuran air biasa dan es batu dipisah. Sedangkan es kelapa Brebes Berhias menggunakan air kelapa muda dan dicampur es batu jadi satu saja. Cara pembuatannya pun sederhana pilih buah kelapa yang tidak terlalu muda dan terlalu tua, kemudian dipecah dan langsung dicampur dengan es batu yang ada di termos es. Selanjutnya kerok kelapa dengan alat dan dicampurkan ke dalamnya, tidak lupa dicampur sedikit garam agar rasa gurih tercipta.
Hal yang paling utama adalah pembuatan gula, karena rasa dari es klamud dipengaruhi pemanis tersebut. Cara pembuatan juruh (gula cair) untuk es cukup gampang dan bahannya dapat dicari di warung atau pasar. Pertama masak air sampai benar-benar matang, kedua masukkan gula pasir, tunggu sampai mendidih, ketiga campurkan gula batu dan gula merah kedalamnya, dan keempat setelah benar-benar matang masukkan daun pandan atau vanili, setelah itu tunggu sekitar 5-10 menit angkat dan tunggu sampai dingin baru disajikan dengan es yang telah dibuat sebelumnya.
Spesialnya rasa es degan Brebes Berhias adalah rasanya yang manis dan berbeda dengan es klamud lain. Ciri khasnya seperti dijelaskan di atas yaitu, menggunakan air kelapa murni dan es batu yang dijadikan satu dalam termos esdan tidak menggunakan campuran air lain hanya ditambah sedikit garam untuk menambah rasa gurih.
Sebenarnya kota Brebes tidak hanya dikenal dengan Telor Asin dan Bawang Merahnya saja, tetapi es klamudnya juga. Hal ini dibuktikan, Anda tidak akan kesulitan mencari ketika datang ke kota Brebes khususnya daerah Pantura, banyak warga menjual es kelapa muda di pinggir-pinggir jalan.Di Surakarta sendiri ada beberapa kedai es klamud Brebes Berhias. Mampir dan cobalah.

Tugas Berita UTS Jurnalis



Problematika Hidup Seorang Anas dan Mahfud

Ketidakharmonisan, kekerasan, dan kemiskinan di dalam rumah tangga kadang bahkan sering berdampak pada psikologis anak. Seperti  yang dialami oleh Anas (16 tahun), seorang pelajar yang tidak kerasan berada di rumahnya sendiri. Semua dikarenakan oleh orang tuanya sering bertengkar. Hal tidak berbeda pula terjadi pada Mahfud (17 tahun) seorang bocah lulusan SMP yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang lebih tinggi (SMA), berhubung keluarganya tak mempunyai biaya. Berbagai hal tersebut menyebabkan anak suka berbuat seenaknya dan kelewat batas.
Cerita keduanya yang mengikuti kampanye sebuah partai politik pada senin (31/3) pukul 14 Wib di lapangan Pancasila, Jakarta. Karena diajak tetangga mereka. Berdua mengikuti konvoi dengan berboncengan menggunakan sepeda motor. Keduanya berboncengan Anas di depan dan Mahfud di belakang. Suara bising knalpot, motor yang dipreteli, surat-surat tidak bawa, dan tak memakai helm pula. Dengan mengenakan kaus bergambar calon legislatif (caleg) sebuah partai.
Ada 50-an motor yang ikut konvoi dengan berkeliling kota dan mereka ikut di dalamnya. Ketika sampai di tikungan Jl. Gatot Subroto, mereka dihadang polisi yang berjumlah 20-an orang, dengan menenteng pentungan dan ada pula yang membawa senjata laras panjang. Rombongan konvoi digiring ke sebuah lapangan kecil. Polisi menilang mereka yang tidak memakai helm, surat kendaraan, atau ada beberapa perlengkapan motor yang dicopot. Pengendara yang tidak melanggar diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Sedangkan, 15-an motor yang melanggar aturan dikumpulkan di pojok lapangan. Anas termasuk yang terjaring razia. Karena dia tidak mempunyai SIM dan knalpot motornya tidak sesuai standar. Ketika ada salah satu peserta konvoi berusaha kabur, salah satu polisi sigap menarik kerah  salah seorang pengendara tersebut.
Kejadian yang menimpa Anas membuat orang tuanya yang tinggal di Kelurahan Makassar, Jakarta Timur, marah. Motornya yang biasa digunakan untuk berangkat bekerja berada di kantor polisi. Disamping orang tuanya harus mengikuti sidang untuk mengurus kendaraan, ia juga terpaksa naik Trans Jakarta  untuk ke kantor.
Ketika dikonfirmasi mengenai masalah ini, pakar Psikologi dari Universitas Indonesia (UI). Prof. Sadly Musa berpendapat remaja yang berkonvoi sepeda motor dengan menggeber motor sehingga bersuara superkeras itu berusaha melupakan masalah yang mereka hadapi. Dia mengatakan bisa saja mereka suntuk di rumah. Ada yang memiliki masalah keluarga, broken home, kemiskinan, beban berat di sekolah dan sebagainya.

Tugas Jurnalis Narasi




Curang, Salah Satu Peserta Pemilwa UMS Keluar

Penghitungan suara pemilu mahasiswa UMS Rabu (26/3) yang dilaksanakan di kantor BEM U UMS semula lancar. Pada hari kedua kamis (16/3) tepatnya pukul 23:00 Wib,mendadak ramai. Kejadian itu disebabkan salah satu saksi dari partai Sahabat yang merupakan peserta Pemilwa yang protes. Saksi melihat dan menunjukkan bukti ada kecurangan yang terjadi tepatnya saat pelaksanaan pemilihan di TPS 8 tepatnya di FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis).
Salah satu partai peserta Pemilwa UMS yakni parta Sahabat meminta untuk dilakukan pemilihan ulang dan hal itu wajib dilaksanakan. Hastin yang merupakan sekretaris panwaslu Pemilwa 2014 menyatakan bahwa pihak Panwaslu dan KPUM (komisi pemilihan umum mahasiswa) disertai pihak BEM U melakukan sidang. Sidang memutuskan bahwa tidak ada pemilihan ulang dan penghitungan suara dilanjutkan. Hasil keputusan diambil berdasarkan UU KAMA dan hasil konsultasi pakar hukum UMS, bahwa tidak ada pemilihan ulang, “katanya.”
Mendengar keputusan tersebut partai Sahabat tetap bersikeras meminta agar pemilihan ulang dilakukan. KPUM tetap pada keputusan awal yakni melanjutkan penghitungan suara. Hal itu menyebabkan Partai Sahabat memilih Walk Out (keluar dari penghitungan suara). Mereka menganggap Pemilwa dari tahun ke tahun tidak ada perubahan. Partai lain peserta pemilwa, yaitu partai 9 ½ dan partai Garuda tetap mengikuti UU dan pakar hukum. Artinya mereka tetap mengikuti hasil keputusan sidang,“ katanya menambahkan.”

Jurnalis Wawancara



Wawancara

Narasumber: Hastin Permanasari
Jabatan: Sekretaris Panwaslu Pemilwa UMS 2014



Saya:
bagaimana jalan penghitungan suara Pemilwa?

Narasumber:

alhamdulillah berjalan aman.
Saya:

apakah ada kendala?
Narasumber:
aman dan lancar pada hari pertama ( Rabu, 26/3/2014), akan tetapi pada hari kedua tepatnya pukul. 23.00 wib mendadak rusuh dan diwarnai perdebatan. Hal itu disebabkan, ada saksi yang mengetahui bahwa ada pelanggaran di FEB (Fakultas Ekonomi). Saksi itu berasal dari partai Sahabat, dengan menunjukkan bukti berupa foto terjadinya kecurangan.

Saya:
kemudian bagaimana kelanjutan penghitungan suara, setelah diduga ada kecurangan?

Narasumber:
setelah ditemukan ada kecurangan itu, partai sahabat meminta untuk pemilihan di TPS 8 tepatnya di Fakultas Ekonomi dilakukan pemilihan ulang dan itu wajib dilakukan.

Saya:
tanggapan Panwaslu dan KPUM?

Narasumber:
Panwaslu dan KPUM melakukan sidang di BEM U, hasilnya diputuskan penghitungan suara dilanjutkan dan tidak ada pemilihan ulang. Keputusan Itu pun diambil berdasarkan UU KAMA dan konsultasi pakar hukum UMS, bahwa tidak ada pemilu ulang.

Saya:
tanggapan partai Sahabat atas keputusan tersebut?

Narasumber:
partai sahabat bersikeras untuk pemilu ulang.

Saya:
tanggapan KPUM sendiri?

Narasumber:
KPUM tetap melanjutkan penghitungan suara dan tidak ada pemilu ulang.

Saya:
tanggapan partai lain?

Narasumber:
partai lain seperti, partai 9 ½ dan partai Garuda. Mereka tetap mengikuti UU dan pakar hukum. Artinya mereka tetap mengikuti hasil keputusan sidang.

Saya:
partai sahabat menanggapi hal tersebut?

Narasumber:
partai sahabat tetap bersikeras dengan keputusannya, mereka memilih Walk Out dari penghitungan suara.

Saya:
partai lain tetap mengikuti penghitungan atau tidak?

Narasumber:
mereka tetap mengikuti.
Mereka adalah partai Garuda dan 9 ½ , sedangkan partai Sahabat tidak melanjutkan mengikuti penghitungan. Mereka menganggap Pemilwa dari tahun ke tahun tidak ada perubahan.

Saya:
Tanggapan dari para calon Presiden BEM U sendiri?
Narasumber:
Calon dari partai 9 ½  mengikuti begitu juga calon dari Independen, sedangkan calon Presiden BEM U dari partai Sahabat keluar dari penghitungan suara.